Thursday, January 29, 2015

Rindu Pelukan Ibu


Ga terasa udah 40 hari kami semua ditinggal Ibu menghadap sang pencipta pada Jumat 19 Desember 2014.

Sejujurnya untuk aku masi terlalu berat rasanya, tapi aku yakin ini jalan terbaik untuk Almh.ibu dari Allah.
Aku juga yakin begitu sayangnya sang pencipta terhadap ibu sehingga Allah mengambil beliau dari sisi kami begitu cepat (menurutku). Tapi sudah aku bisa belajar dari perjuangan beliau melawan penyakitnya. Yang ternyata Almh. Sudah mengetahui penyakit kanker yang ada pada dirinya jauh sebelum kami sekeluarga tau. Beliau menyimpan itu semua sendiri, beliau saying sekali terhadap kami sampai-sampai segan untuk berbicara pada kami soal penyakitnya. Beliau juga takut akan merepotkan kami sekeluarga karena penyakitnya.

Cuma satu hal yang selalu aku ingat, ibu adalah orang kuat,sabar, dan yang pasti penyanyang terutama terhadap kami keluarganya.
Dua tahun  aku mendampingi ibu selama sakitnya, begitu banyak yang sebelum tidak aku ketahui tentang cinta beliau terhadap kami anak-anaknya. Almh. Berjuang keras untuk anak-anaknya yang semuanya perempuan, aku tau keinginan terbesar ibu sebelum kepergiannya adalah melihat anak nya menikah. Namun Allah berkehendak lain beliau bahkan tidak sempat melihat satupun dari kami menikah.
Itu semua mungkin agar ibu jauh lebih tenang dan tidak merasa sakit lagi yang terus menggerogoti tubuhnya.

Sehari sebelum beliau wafat begitu banyak yang almh. Sampaikan dan ga lupa juga beliau meminta maaf sama aku, padahal yang aku rasa kayaknya lebih banyak salah yang aku lakukan kepada beliau.
Tapi hari itu almh. Terus saja berkata
“mba, ibu minta maaf yaa,, mba kasian capek urus ibu kasian ga kemana”
Kontan saja air mata langsung menetes dari mataku dan dengan terus menguatkan ibu
“ga dong,liza kan sayang ibu,,ibu kan sehat bu”
Ibu Cuma menjawab
“ibu mau pulang mba, ga kuat” dilanjut dengan bilang
“mba, ibu gamau mba disakiti cowo”
Percakapan itu terjadi di kamar ibu di rumah kami..

Entah apa itu sebuah firasat atau apa tapi yang jelas saat itu aku cukup tertegun dan seperti di tampar.
Sampai akhirnya satu keinginan ibu hari itu yang baru bisa aku penuhi esok harinya bebrapa jam sebelum wafatnya adalah bertemu mas (pria yang saat in dekat dengan aku dan ibu sudah cukup kenal baik dengannya sejak 2 tahun lalu). Karena sejak kamis ibu minta bertemu dengan mas tapi ga bisa.

Jumat 19 Desember 2014, pukul 10:55 ibu menghembuskan nafas terakhirnya dengan sangat bagus didepan mataku. Aku yakin Jumat itu hari yang sangat baik untuk ibu dan segalanya dipermudah oleh Allah saat kepergian ibu.
Ibuu liza rindu pelukan dan ciuman setiap harinya sehabis solat L.. yang liza tau sekarang ibu sudah tenang dan bahagia (Insya Allah).. liza yakin ibu nanti liat liza menikah kaya yang ibu bilang saat itu.. doakan liza jadi anak yang kuat dan sabar kaya ibu yaa, bisa ngejalanin semua amanah ibu dengan mas dengan sebaiknya InsyaAllah.

Salam sayang anakmu yang merindukan semua tentang mu Buuu J

No comments:

Post a Comment