Ga terasa udah 40 hari kami semua
ditinggal Ibu menghadap sang pencipta pada Jumat 19 Desember 2014.
Sejujurnya untuk aku masi terlalu
berat rasanya, tapi aku yakin ini jalan terbaik untuk Almh.ibu dari Allah.
Aku juga yakin begitu sayangnya
sang pencipta terhadap ibu sehingga Allah mengambil beliau dari sisi kami
begitu cepat (menurutku). Tapi sudah aku bisa belajar dari perjuangan beliau
melawan penyakitnya. Yang ternyata Almh. Sudah mengetahui penyakit kanker yang
ada pada dirinya jauh sebelum kami sekeluarga tau. Beliau menyimpan itu semua
sendiri, beliau saying sekali terhadap kami sampai-sampai segan untuk berbicara
pada kami soal penyakitnya. Beliau juga takut akan merepotkan kami sekeluarga
karena penyakitnya.
Cuma satu hal yang selalu aku
ingat, ibu adalah orang kuat,sabar, dan yang pasti penyanyang terutama terhadap
kami keluarganya.
Dua tahun aku mendampingi ibu selama sakitnya, begitu
banyak yang sebelum tidak aku ketahui tentang cinta beliau terhadap kami
anak-anaknya. Almh. Berjuang keras untuk anak-anaknya yang semuanya perempuan,
aku tau keinginan terbesar ibu sebelum kepergiannya adalah melihat anak nya
menikah. Namun Allah berkehendak lain beliau bahkan tidak sempat melihat
satupun dari kami menikah.
Itu semua mungkin agar ibu jauh
lebih tenang dan tidak merasa sakit lagi yang terus menggerogoti tubuhnya.
Sehari sebelum beliau wafat
begitu banyak yang almh. Sampaikan dan ga lupa juga beliau meminta maaf sama
aku, padahal yang aku rasa kayaknya lebih banyak salah yang aku lakukan kepada
beliau.
Tapi hari itu almh. Terus saja
berkata
“mba, ibu minta maaf
yaa,, mba kasian capek urus ibu kasian ga kemana”
Kontan saja air mata
langsung menetes dari mataku dan dengan terus menguatkan ibu
“ga dong,liza kan sayang ibu,,ibu kan sehat bu”
Ibu Cuma menjawab
“ibu mau pulang mba,
ga kuat” dilanjut dengan bilang
“mba, ibu gamau mba
disakiti cowo”
Percakapan itu terjadi di kamar
ibu di rumah kami..
Entah apa itu sebuah firasat atau
apa tapi yang jelas saat itu aku cukup tertegun dan seperti di tampar.
Sampai akhirnya satu keinginan
ibu hari itu yang baru bisa aku penuhi esok harinya bebrapa jam sebelum
wafatnya adalah bertemu mas (pria yang saat in dekat dengan aku dan ibu sudah
cukup kenal baik dengannya sejak 2 tahun lalu). Karena sejak kamis ibu minta
bertemu dengan mas tapi ga bisa.
Jumat 19 Desember 2014, pukul
10:55 ibu menghembuskan nafas terakhirnya dengan sangat bagus didepan mataku. Aku
yakin Jumat itu hari yang sangat baik untuk ibu dan segalanya dipermudah oleh
Allah saat kepergian ibu.
Ibuu liza rindu pelukan dan
ciuman setiap harinya sehabis solat L.. yang liza tau
sekarang ibu sudah tenang dan bahagia (Insya Allah).. liza yakin ibu nanti liat
liza menikah kaya yang ibu bilang saat itu.. doakan liza jadi anak yang kuat
dan sabar kaya ibu yaa, bisa ngejalanin semua amanah ibu dengan mas dengan
sebaiknya InsyaAllah.
Salam sayang anakmu yang
merindukan semua tentang mu Buuu J
No comments:
Post a Comment